Karakter Sakura bagus-bagus saja. Penulisannya pun baik-baik saja. Namun, tidak semua orang punya kemampuan membaca dan analisis yang baik. Banyak adegannya yang disalah pahami. Studio juga banyak memotong scene dan tidak mendukung karakter Sakura ini. Banyak juga fans yang latahan terhadap sesuatu, belum lagi via ikut-ikut trend, nonton di tiktok, atau sekedar takut waifu-nya kalah saing.


Sakura juga mencintai rival MC, Uchiha Sasuke, yang berkarakter berbanding terbalik dengan Uzumaki Naruto. Hal ini juga menarik atensi penggemar untuk 'menghujat' Sakura.


Ya, mungkin Sakura memang pernah salah, dan menurut saya kesalahannya hanya dua kali di series Naruto. Tapi, banyak fans Naruto yang tidak memerhatikan bahwa:


Adegan Sakura memukul Naruto hanya scene komedi jepang, dari dulu sudah ada banyak hal seperti itu.

Sakura di-bully saat kecil bukan hanya karena jidatnya, namun karena ia adalah ninja tanpa latar belakang apapun, namun karena kecerdasan otaknya ia mempunyai nilai tinggi di akademi. Yang mem-bully Sakura secara verbal dan fisik hingga luka-luka tidak mendapatkan nilai bagus. Mereka mengatakan bahwa apapun yang Sakura lakukan, tidak akan membuat dirinya berharga. Hal ini juga 'menyulut' inferiority complex yang diderita Sakura.

Rival antara Sakura dan Ino bukan hanya karena Sasuke, 'Sasuke' disini hanyalah kamuflase. Jika anda membaca manga, anda akan melihat flashback Sakura yang lebih menampilkan Ino yang merasa dirinya lebih superior dari Sakura.

Sakura Haruno adalah karakter wanita yang paling sering dipuji fisiknya di series Naruto dan Boruto. Mulai dari di manga, databook, anime, novel, dari Masashi Kishimoto langsung, hingga games official Naruto.

Studio memotong scene Sakura, merubah dialog, dan membuatnya buruk di filler Naruto.

Sakura berguna saat pain arc. Dia mengambil alih dunia medis saat Tsunade, sang hokage ke-lima, sedang tidak bisa. Dia juga menolong orang-orang dan menonjok salah satu kuchiyose pain.

Cinta Sakura ke Sasuke yang tidak realistis di dunia nyata, karena karakter Sakura terlalu setia kepada Sasuke. Awalnya memang karena naksir alias cinta monyet belaka, namun lama kelamaan cinta itu lebih kuat. Sakura ingin menyelamatkan Sasuke dari kegelapan.

Sakura selalu maju paling depan dalam menyemangati naruto dengan suara. contohnya saat ujian chunnin, saat yang lain ragu akan kemampuan Naruto, Sakura dan Kakashi percaya kepada Naruto. Sakura berteriak untuk menyemangatinya dan hampir menyerah diri tentang kehidupannya di akademi untuk Naruto (saat ujian tulis)

Semuanya pernah menyebalkan saat kecil ( contoh: Naruto yang ceplas-ceplos tentang Klan Uchiha di depan Sasuke padahal ia belum tahu kenyataannya, Sasuke yang bilang langsung ke Naruto bahwa ia tidak pernah merasakan rasanya punya keluarga karena yatim piatu sejak lahir, atau Ino yang melakukan body-shaming).


Menurut saya, Kishimoto terlalu mempercayai kemampuan membaca fans-nya. Padahal penulisan MK terhadap karakter di Naruto bagus-bagus saja.


Sekian.